Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 April 2014

Fakta di Balik Segarnya Minuman Berenergi




Anda gemar mengonsumsi minuman berenergi? Berikut adalah fakta di balik minuman pendongrak stamina tersebut. 

Saat ini, banyak orang lebih memilih mengonsumsi minuman berenergi supaya tahan seharian bekerja atau beraktivitas. 

Ya, tak dapat dipungkiri, orang-orang sangat memercayai minuman berenergi untuk menambah stamina terutama bagi para pekerja keras. Minuman berenergi masih menjadi minuman favorit. Namun, tahukah Anda bahwa minuman berenergi menyimpan efek samping yang dapat berakibat buruk bagi tubuh? 

Meski saat ini banyak tersedia minuman berenergi yang tak mengandung gula atau sugar free, tetapi sebagian besar minuman berenergi banyak mengandung gula dan kafein. Selain itu, minuman berenergi juga mengandung bahan tambahan seperti vitamin B, asam amino, dan ramuan-ramuan herbal. 

Kafein yang terkandung dalam minuman berenergi berasal dari beberapa sumber, sehingga sangat sulit untuk menghitung jumlah kafein yang terkandung dalam minuman berenergi. 

Kafein yang terkandung dalam minuman berenergi berasal dari bahan-bahan stimulan yang berjumlah dua sampai tiga kali lebih banyak dari kafein yang berasal dari biji kopi asli. 

Minuman berenergi yang beredar di pasaran saat ini rata-rata mengandung 80 miligram kafein per kalengnya, namun ada juga minuman berenergi yang mengandung kafein lebih dari 80 miligram per kemasan. Jumlah kafein sebanyak 80 miligram tersebut hampir sama dengan jumlah kafein yang terkandung dalam satu cangkir kopi dan dua kali lebih banyak dari satu cangkir teh atau satu kaleng minuman bersoda. 

Selain mengandung kafein yang tinggi, minuman berenergi juga memiliki efek samping bagi mereka yang mengkonsumsinya. Apa saja? 

1. Tingginya jumlah kafein dalam minuman berenergi dapat memacu jantung lebih cepat dan dapat meningkatkan tekanan darah. Hal ini disebabkan kandungan herbal stimulan yang merangsang kerja jantung dan saraf, sehingga membuat seseorang lebih waspada dan tahan seharian bekerja tanpa merasa lelah. 

2. Tingginya jumlah kafein dalam minuman berenergi mengakibatkan dehidrasi. Kafein memiliki sifat diuretik sehingga meningkatkan kebutuhan untuk buang air kecil. Dengan kata lain, kafein menyebabkan dehidrasi karena hilangnya cairan saat buang air kecil. 

3. Tingginya jumlah gula dalam minuman berenergi juga dapat membuat energi meningkat secara mendadak sekaligus dapat membuat seseorang cepat lelah. Penyebabnya gula yang terkandung dalam minuman berenergi meningkatkan kalori dan berat badan. 

Jadi, daripada Anda mengomsumsi minuman berenergi, lebih baik kembalikan stamina dengan cara alami. Misalnya tidur yang cukup jika badan sudah terasa lelah dan minum banyak air putih. Selain dapat menghindarkan dehidrasi juga merupakan cara tepat untuk membuat tubuh sehat dan segar kembali.
Read more

Sabtu, 22 Maret 2014

Habis Makan Kok Ngantuk


                Sudah jam makan siang, tubuh lemas dan konsentrasi buyar. Segala makanan kamu lahap sampai kekenyangan. Eh, habis itu malah ngantuk dan nggak konsen nerima pelajaran berikutnya. Pernah ngalami yang seperti itu? Hmm, makan yang harusnya jadi penambah energi malah bikin kamu ngantuk dan berasa nggak bersemangat. Kenapa bisa seperti itu ?
                Nah, usut punya usut, ternyata dalam proses pencernaan makanan, dibutuhkan banyak darah dialirkan menuju saluran pencernaan. Kita tahu bahwa darah adalah pembawa oksigen. Nah, secara otomatis otak dan organ tubuh lain nggak dapat jatah oksigen dalam jumlah banyak. Jadi sering nguap deh!
                Terus, mencerna makanan juga ternyata butuh energi, lo. Maka, sejumlah energi  akan berkurang saat proses itu. Energi yang berkurang itulah yang kemudian merangsang rasa kantuk, seperti saat kita olahraga ringan atau kegiatan fisik lain.
                Kegiatan mencerna makanan juga bikin tingkat keasaman lambung berubah, yang membuat darah lebih asam. Lambung memang bakal lebih banyak mengeluarkan asam lambung pas itu. Nah,darah yang asam akan merangsang tubuh buat melepaskan zat-zat yang bersifat basa. Maka, muncullah kondisi alkaline tida (pasang basa). Situasi semacam itu juga bisa bikin orang mengantuk.
                Berarti, mengantuk pasca makan adalah normal? Yap, normal. Namun, tidak berarti kenormalan itu baik. Rasa kantuk setelah makan mestinya bisa jadi indikasi bahwa porsi maknmu kebanyakan, asupan makananmu nggak seimbang, atau pola  makanmu nggak teratur.
                Bijaklah dengan karbo (makanan berkabohidrat). Karbo sederhana bakal meningkatkan kadar gula darah dengan cepat, yang bakal memicu pankreas buat memproduksi insulin alami dalam jumlah besar. Hal itu bakal merangsang perubahan salah satu asam amino penyusun protein triptofan jadi serotonin, sehingga kita jadi ngantuk.
                Maka, makanlah dengan gizi lengkap dan seimbang, biar nggak kebanyakan karbo. Makanan tinggi gula dan tepung kayak roti atau kue juga perlu dijaga jumlahnya. Sayuran seperti tomat dan jamur juga bisa mulai masuk dalam menu makan siang, karena jumlah karbo-nya yang rendah. Makanan bertriptofan seperti susu juga baiknya kamu hindari pada jam-jam sibuk.
                Lalu, ingatlah bahwa makanan dengan porsi kecil yang teratur lebih baik daripada porsi banyak sekaligus. Yap, karena semakin banyak yang kamu makan bakal makin banyak darah yang harus dialirkan ke organ pencernaan. Energi yang dipakai pun akan semakin banyak.
Dan terakhir, bergeraklah beberapa saat pascamakan. Gerakan ringan seperti berjalan atau stretching bakal bisa menurunkan kadar gula dan memperbaiki sirkulasi darah. Hm,dijamin nggak bakalan ngantuk lagi, deh.
Read more